Info Terbaru
Masihkah Al-Qur’an Bersama Kita?

Masihkah Al-Qur’an Bersama Kita?

Salah satu keutamaan bulan suci Ramadhan adalah diturunkannya Al-Qur’an atau yang kita kenal dengan nuzulul qur’an. Turunnya Al-Qur’an membawa perubahan bagi manusia di muka bumi karena kitabullah ini merupakan petunjuk bagi manusia untuk memperoleh jalan yang benar menuju cahaya iman dan Islam. Al-Qur’an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai pedoman bagi manusia dalam menata kehidupan demi mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.

Konsep-konsep yang dibawa oleh Al-Qur’an selalu relevan dengan problematika yang dihadapi manusia, karena itu ia turun untuk mengajak manusia berdialog dengan penafsiran sekaligus memberikan solusi terhadap problematika tersebut di manapun dan kapanpun mereka berada. Maka tak heran jika Rasulullah Saw. mensyaratkan kita untuk tidak berpaling dari dua hal, yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits agar arah hidup umatnya tidak tersesat.

Namun, masihkah Al-Qur’an bersama kita? Pertanyaan ini jelas menggelitik keimanan kita sebagai hamba Allah Swt. Terlebih bagi kita yang tak pernah lagi menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan dalam kehidupan. Jangankan menjadikannya rujukan, mungkin kita sudah sangat lama tak lagi membaca Al-Qur’an dan bahkan menyentuhnya. Al-Qur’an hanya dijadikan hiasan rumah yang ditaruh di dalam rak buku atau di atas lemari.

Menjadikan Al-Qur’an sebagai hiasan seperti itu bukanlah cara untuk menghormatinya. Sikap ini justru mengerdilkan fungsi Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia. Di sisi lain, tanpa disadari, kita justru membiarkan diri kita tergelincir dalam kubangan kesesatan karena tiadanya pedoman dan petunjuk dari Sang Maha Pengatur Kehidupan. Kita melulu disusupi dan mengikuti hawa nafsu sebagai jalan setan.

Jika menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup masih dianggap sulit, cobalah memulainya dengan membacanya. Tak perlu membaca Al-Qur’an hingga beberapa surat, tapi cobalah beberapa ayat saja asalkan terus-menerus. Misalkan, dalam sehari kita menyisakan waktu selepas Maghrib atau Subuh untuk membaca beberapa ayat Al-Qur’an, asalkan kontinyu. Ingatlah bahwa perbuatan baik yang dikerjakan secara terus-menerus sangat dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sabda Rasulullah Saw.: “Amalan yang lebih dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus  dilakukan walaupun sedikit,” (HR. Bukhari dan Muslim, dengan lafazh Muslim dari Aisyah RA).

5 Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Sebagai kitab dengan beragam pengetahuan, Al-Qur’an menarik perhatian banyak kalangan, baik muslim maupun nonmuslim. Di sisi lain, membaca Al-Qur’an memberikan keutamaan yang begitu besar bagi pembacanya. Boleh jadi, karena ketidaktahuan akan keutamaan membaca Al-Qur’an, kita cenderung malas membacanya. Atau kita tidak pernah punya waktu untuk membacanya. Padahal, membaca Al-Qur’an mendatangkan kebaikan. Firman Allah Swt.:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri,” (QS. Fathir: 29-30).

Paling tidak ada lima keutamaan yang bisa kita raih dengan membaca Al-Qur’an. Paparan di bawah ini semoga dapat menggugah semangat kita untuk kembali semangat membacanya dan menjadikannya sahabat terdekat dalam kehidupan.

Pertama, dengan membacanya, hidup seseorang akan terarah dengan lurus karena Al-Qur’an merupakan cahaya dalam kehidupan. Tentu tidak hanya membacanya tapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup. Firman Allah Swt.:

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus,” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 52).

Kedua, dengan membaca Al-Qur’an kita dijanjikan mendapatkan pahala yang sangat banyak, di mana satu huruf diberi balasan dengan sepuluh kebajikan. Terkait hal ini, sebuah hadits  yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi memberikan keterangan:

“Abdullah bin Mas’ud RA berkata: “Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم (Alif Lam Mim) satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf,” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).

Berdasarkan hadits di atas, bisa dibayangkan berapa pahala kebaikan yang akan diperoleh jika kita mengkhatamkan Al-Qur’an. Jika di dalam Al-Qur’an terdapat 325.015 huruf, maka sekali saja mengkhatamkannya, kita akan beroleh nilai pahala kebaikan sepuluh kali lipat, yakni 3.250.150.

Ketiga, Allah Swt. akan mengangkat derajat orang-orang selalu membaca Al-Qur’an, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab Al-Qur’an dan Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an),” (HR. Bukhari).

Orang-orang yang membaca Al-Qur’an, mempelajari isi kandungannya, dan berusaha mengamalkannya tentu merupakan hamba-hamba Allah pilihan. Bagaimana tidak, merekalah orang-orang yang konsisten berdialog dengan Allah ‘Azza wa Jalla melalui bacaan Al-Qur’an. Kelompok ini pula yang sangat mencintai Allah karena ketekunannya mengkaji kandungan Al-Qur’an dan berusaha semaksimal mungkin untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka tak mengherankan jika Rasulullah Saw. mengatakan jika kelompok ini akan ditinggikan derajatnya oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Keempat, orang-orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan ketenangan jiwa. Mengenai hal ini, kita akan teringat bait syair dalam kidung karangan Sunan Bonang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai salah satu tombo ati (obat hati). Bagi orang-orang yang membaca dan benar-benar memperhatikan makna Al-Qur’an, ketenangan jiwa akan diraihnya. Hal ini selaras dengan firman Allah Swt.:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian,” (QS. Al-Isra’ [17]:82).

Dan keutamaan membaca Al-Qur’an yang kelima, para pembaca ayat-ayat Al-Qur’an akan mendapatkan syafa’at (pertolongan) pada Hari Kiamat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah Saw. bersabda: “Bacalah Al-Qur‘an. Sesungguhnya Al-Qur‘an akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi sahabatnya,” (HR. Muslim, hadits no.804).

Pada hadits yang lain Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Pada Hari Kiamat nanti Al-Qur’an akan datang dan berkata: ‘Wahai Tuhan berilah ia perhiasan’. Maka dipakaikanlah mahkota kemuliaan. Kemudian Al-Qur’an berkata lagi: ‘Wahai Tuhan tambahkanlah’. Maka dipakaikanlah perhiasan kemuliaan. Kemudia Al-Qur’an berkata lagi: ‘Wahai Tuhan ridhailah ia’. Maka Tuhanpun meridhainya. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Bacalah dan naiklah!’ Maka untuk setiap ayat yang dibacanya akan ditambahkan satu kebaikan,” (HR. At-Tirmizi, hadits no. 2839).

Setelah mengetahui begitu besar manfaat dan keutamaan membaca Al-Qur’an, sudah sepatutnya kita termotivasi untuk membacanya dalam setiap kesempatan. Tentu tidak berhenti untuk membacanya saja, persahabatan kita dengan Al-Qur’an harus dilanjutkan dengan mengkaji firman-firman Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita mulai program bersahabat dengan Al-Qur’an ini seraya memotivasi diri untuk terus membacanya. Bahkan jika perlu kita harus bisa menyisihkan waktu untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada keluarga dan orang-orang di sekeliling kita. Seperti yang diajarkan Rasulullah Saw.: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” (HR. Bukhari).

Akhirnya, semoga di bulan penuh rahmat ini kita senantiasa mendapat bimbingan dari Allah ‘Azza wa Jalla untuk tampil sebagai pribadi yang lebih mencintai Al-Qur’an, sehingga mampu meresapi makna yang terkandung di dalamnya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Wallahu A’lam bish Shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates